
PESAN UNTUK TEMANKU
(teman seperjuangan)
Temanku…
Tahukah kalian???
Adekku…
kini sudah jauh lebih berkembang, bahkan telah begitu pesat
nyaris saja meninggalkan sang kakak
Temanku…
Tahukah kalian???
Adekku…
kini sudah jauh lebih dewasa, bahkan tak ragu untuk unjuk diri
hingga tak sadar meninggalkan kakaknya
yang justru semakin meng-anak kecil
Temanku…
Tahukah kalian???
Tentang adikku
yang tak henti-hentinya mengeluh
jika tiap kali bertemu, seolah tak pernah tak mengusap peluh
yang tampaknya selalu dan selalu, berkata “Kak, jangan” jika disuruh
namun hati mereka akan selalu, senantiasa berpegang teguh
demi menjaga sesuatu, yang semoga tak akan jatuh
Temanku…
Tahukah kalian???
Aku terkadang merasa malu
kepada semua adik-adikku, yang terlihat begitu lugu
namun anehnya selalu mau, untuk diajak kakaknya maju
sehingga tidak seperti aku, yang selalu dan selalu ragu
Temanku…
Tahukah kalian???
Bingung aku dibuat mereka
tak tahu sikapku harus seperti apa
senangpun itulah aku seharusnya, sedihpun bisa aku dibuatnya
Temanku….
Sesungguhnya…
Sangat rajin aku menasihati, walau mungkin mereka tak mengerti
atau bisa saja seolah tak mengerti, atau bahkan benar-benar tak mengerti
tapi yang paling penting bagi diri ini
ialah mereka telah berjanji, tuk mencoba segera berhenti
dari apa yang tak kami sukai
Temanku…
Apakah menurut kalian???
Kata mereka ketika berjanji
usaha mereka untuk memenuhi, walaupun kadang tak memuaskan hati
haruskah itu dihargai???
Temanku…
Tahukah kalian???
Adikku ini semua
yang beraneka macam dan ragam sifatnya
mulai tak respek pada kakaknya
hingga sang kakak tak lagi bisa berkata, harus bagaimana membenahinya
tapi dengar, aku tak benci padanya, karena hatiku membela mereka
“hei Kakak….itulah cara mereka”
cara mengungkapkan segala rasa, di sanubari, di hati,
yang telah demikian lama mereka pendam
mereka timbun dalam-dalam
akhirnya tak sanggup untuk terus tenggelam
Temanku…
Tahukah kalian???
Adik-adikku yang tak pernah berhenti, untuk terus dan terus bermimpi
sambil jua tak lelah menanti, hingga tiba saatnya harus berganti
menjadi penerus dari kami
meski entah kapan akan terjadi
memegang tali kekuasaan di kanan kiri, dengan menahan keinginan diri
maju bersama tak sendiri, untuk menjadi lebih berarti
Temanku…
Aku ingin cerita…
Bahwa jika suatu saat nanti
ada orang asing berhenti, karena mereka membuat iri
juga mungkin membuat dengki, atau bahkan membuat geli
hingga membuat hati ini nyeri, tak kan pernah diri ini peduli
justru akan kusampaikan ini
yang kukatakan dengan sepenuh hati, dengan bangga yang tak terakhiri
pada mereka yang berhenti
“Hei semua, dengar! Mereka itu adikku!”
Temanku…
Aku ingin memberi pesan…
Jika pada suatu masa
kalian bertemu dan berjumpa, dengan salah satu antara mereka, ataulah kesemuanya
tapi tak tahulah kalian semua, siapakah gerangan itu mereka
dan padakulah kalian bertanya
kan kuberi jawaban bermakna
Temanku…
Itulah mereka
Itulah adikku, adik-adik KITA..
_Maret 2008_
[sajak tanpa akhir ini kutulis untuk teman-teman seperjuanganku….yang tak pernah peduli dengan adik-adikku, yang tampaknya acuh tak acuh pada adik-adikku….yang juga adik-adik mereka, padahal adik-adikku, yang juga adik mereka, senantiasa merindukan kakak-kakak mereka, selalu peduli dengan kakak-kakak mereka, tapi entah sang kakak memang benar-benar tidak tahu, pura-pura tidak tahu, atau bahkan tidak mau tahu.... semoga dengan semua ini, mereka menyadari keberadaan adik mereka, menyadari pentingnya keberadaan mereka untuk adik mereka, untuk turut serta menyayangi mereka, menemani hari berat mereka, dan untuk terus menyemangati mereka………….]
(teman seperjuangan)
Temanku…
Tahukah kalian???
Adekku…
kini sudah jauh lebih berkembang, bahkan telah begitu pesat
nyaris saja meninggalkan sang kakak
Temanku…
Tahukah kalian???
Adekku…
kini sudah jauh lebih dewasa, bahkan tak ragu untuk unjuk diri
hingga tak sadar meninggalkan kakaknya
yang justru semakin meng-anak kecil
Temanku…
Tahukah kalian???
Tentang adikku
yang tak henti-hentinya mengeluh
jika tiap kali bertemu, seolah tak pernah tak mengusap peluh
yang tampaknya selalu dan selalu, berkata “Kak, jangan” jika disuruh
namun hati mereka akan selalu, senantiasa berpegang teguh
demi menjaga sesuatu, yang semoga tak akan jatuh
Temanku…
Tahukah kalian???
Aku terkadang merasa malu
kepada semua adik-adikku, yang terlihat begitu lugu
namun anehnya selalu mau, untuk diajak kakaknya maju
sehingga tidak seperti aku, yang selalu dan selalu ragu
Temanku…
Tahukah kalian???
Bingung aku dibuat mereka
tak tahu sikapku harus seperti apa
senangpun itulah aku seharusnya, sedihpun bisa aku dibuatnya
Temanku….
Sesungguhnya…
Sangat rajin aku menasihati, walau mungkin mereka tak mengerti
atau bisa saja seolah tak mengerti, atau bahkan benar-benar tak mengerti
tapi yang paling penting bagi diri ini
ialah mereka telah berjanji, tuk mencoba segera berhenti
dari apa yang tak kami sukai
Temanku…
Apakah menurut kalian???
Kata mereka ketika berjanji
usaha mereka untuk memenuhi, walaupun kadang tak memuaskan hati
haruskah itu dihargai???
Temanku…
Tahukah kalian???
Adikku ini semua
yang beraneka macam dan ragam sifatnya
mulai tak respek pada kakaknya
hingga sang kakak tak lagi bisa berkata, harus bagaimana membenahinya
tapi dengar, aku tak benci padanya, karena hatiku membela mereka
“hei Kakak….itulah cara mereka”
cara mengungkapkan segala rasa, di sanubari, di hati,
yang telah demikian lama mereka pendam
mereka timbun dalam-dalam
akhirnya tak sanggup untuk terus tenggelam
Temanku…
Tahukah kalian???
Adik-adikku yang tak pernah berhenti, untuk terus dan terus bermimpi
sambil jua tak lelah menanti, hingga tiba saatnya harus berganti
menjadi penerus dari kami
meski entah kapan akan terjadi
memegang tali kekuasaan di kanan kiri, dengan menahan keinginan diri
maju bersama tak sendiri, untuk menjadi lebih berarti
Temanku…
Aku ingin cerita…
Bahwa jika suatu saat nanti
ada orang asing berhenti, karena mereka membuat iri
juga mungkin membuat dengki, atau bahkan membuat geli
hingga membuat hati ini nyeri, tak kan pernah diri ini peduli
justru akan kusampaikan ini
yang kukatakan dengan sepenuh hati, dengan bangga yang tak terakhiri
pada mereka yang berhenti
“Hei semua, dengar! Mereka itu adikku!”
Temanku…
Aku ingin memberi pesan…
Jika pada suatu masa
kalian bertemu dan berjumpa, dengan salah satu antara mereka, ataulah kesemuanya
tapi tak tahulah kalian semua, siapakah gerangan itu mereka
dan padakulah kalian bertanya
kan kuberi jawaban bermakna
Temanku…
Itulah mereka
Itulah adikku, adik-adik KITA..
_Maret 2008_
[sajak tanpa akhir ini kutulis untuk teman-teman seperjuanganku….yang tak pernah peduli dengan adik-adikku, yang tampaknya acuh tak acuh pada adik-adikku….yang juga adik-adik mereka, padahal adik-adikku, yang juga adik mereka, senantiasa merindukan kakak-kakak mereka, selalu peduli dengan kakak-kakak mereka, tapi entah sang kakak memang benar-benar tidak tahu, pura-pura tidak tahu, atau bahkan tidak mau tahu.... semoga dengan semua ini, mereka menyadari keberadaan adik mereka, menyadari pentingnya keberadaan mereka untuk adik mereka, untuk turut serta menyayangi mereka, menemani hari berat mereka, dan untuk terus menyemangati mereka………….]

-001.jpg)