Huuaaa...
Astaga.. "Maapin saya Pak..
Saya nggak mudeng Listrik Dinamis, bener2 nggak mudeng..
Tapi makasih ya Pak udah dibantuin..hehe.."
Ujian Praktikum Fisika yg menakutkan! Tiap siswa dapet 2 percobaan..tapi knp percobaan kedua yg kuperoleh harus Listrik Dinamis?!?!
Mana kebalik-balik pula kabelnya.. Voltmeternya malah nilainya minus!
0h astaga.. Tp Bismillah aja lah..
Kalo yang TIK mah lumayan gampang..bisa lah..hehe..
Besok Penjaskes Full Day!
Wow..ngapain aja ya?
Kita liat aja besok.. ^^
11 Mei 2009
08 Mei 2009
Belajar dari Kupu-kupu
Suatu hari, saat lubang kecil muncul di sebuah kepompong, seorang manusia sedang memperhatikan bagaimana seekor bayi kupu-kupu berjuang berjam-jam untuk mengeluarkan badannya dari lubang tersebut.
Tetapi, proses tersebut berhenti tanpa kemajuan lebih lanjut. Tampaknya si bayi kupu-kupu itu sudah berusaha sekuat tenaga hingga ia tak bisa bergerak lebih jauh lagi.
Akhirnya manusia tersebut memutuskan untuk menolong kupu-kupu itu. Diambilnya sebuah gunting untuk membuka selubung kepompong itu.
Dan…akhirnya kupu-kupu tersebut bisa keluar dengan mudah. Tetapi lihatlah badan kupu-kupu itu. Ia lemah, kecil, bahkan sayapnya tampak mengkerut.
Si manusia terus mengamati kupu-kupu itu, dan berharap bahwa, suatu saat, sayap kupu-kupu itu akan terbuka, membesar dan berkembang dengan indah layaknya kupu-kupu yang beterbangan di taman.

Namun ternyata, tidak terjadi apa –apa!
Kupu-kupu tersebut hanya menghabiskan sisa waktu hidupnya dengan merangkak beserta tubuhnya yang lemah dan sayap yang mengkerut, dan tidak pernah bisa terbang.
Jadi benarlah iklan kampanye yang sering muncul di stasiun-stasiun teve kita, bahwa
Hehehe...
Tetapi, proses tersebut berhenti tanpa kemajuan lebih lanjut. Tampaknya si bayi kupu-kupu itu sudah berusaha sekuat tenaga hingga ia tak bisa bergerak lebih jauh lagi.
Akhirnya manusia tersebut memutuskan untuk menolong kupu-kupu itu. Diambilnya sebuah gunting untuk membuka selubung kepompong itu.
Dan…akhirnya kupu-kupu tersebut bisa keluar dengan mudah. Tetapi lihatlah badan kupu-kupu itu. Ia lemah, kecil, bahkan sayapnya tampak mengkerut.
Si manusia terus mengamati kupu-kupu itu, dan berharap bahwa, suatu saat, sayap kupu-kupu itu akan terbuka, membesar dan berkembang dengan indah layaknya kupu-kupu yang beterbangan di taman.

Namun ternyata, tidak terjadi apa –apa!
Kupu-kupu tersebut hanya menghabiskan sisa waktu hidupnya dengan merangkak beserta tubuhnya yang lemah dan sayap yang mengkerut, dan tidak pernah bisa terbang.
Tenyata, manusia yang baik hati yang bermaksud menolong kupu-kupu ini tidak mengerti bahwa kepompong yang menjerat dan perjuangan yang dibutuhkan oleh bayi kupu-kupu untuk dapat lolos melewati lubang kecil, adalah cara ILLAHI untuk mendorong cairan tubuh dari kupu-kupu kesayapnya agar kuat, sehingga ia siap untuk terbang sewaktu waktu setelah bebas dari kepompongnya nanti.
Itulah contoh betapa indahnya sebuah proses dalam hidup ini, bahwa perjuangan itu mutlak dibutuhkan dalam menjalani hidup. Dalam kisah ini, kita diberitahu untuk menghargai betapa indahnya sebuah proses itu sebenarnya...Jadi benarlah iklan kampanye yang sering muncul di stasiun-stasiun teve kita, bahwa
HIDUP adalah PERJUANGAN!
Hehehe...
Label:
perjuangan
Pasir dan Karang

Di sebuah pantai, tampak dua orang anak manusia yang saling bersahabat sedang bermain-main bersama. Mereka awalnya saling bercanda, bermain pasir, dan berlari-larian. Lama-kelamaan, mereka saling mengejek, hingga salah satu anak menjadi marah dan kemudian ia memukul temannya yang mengejek tadi. Si anak yang dipukul kemudian terdiam. Dan dengan mata yang berkaca-kaca, ia mengambil sebilang ranting di sekitar pantai dan kemudian menulis sesuatu di atas pasir.
“Hari ini temanku telah memukul aku…”
Si anak yang memukul melihat apa yang dilakukan temannya. Ia pun menjadi malu dan hanya bisa menundukkan kepala, sedangkan anak yang dipukul kembali terdiam.
Layaknya orang yang sedang marahan, mereka berdua saling mendiamkan satu sama lain. Lalu, si anak yang dipukul berjalan pergi menjauh dari temannya yang telah memukulnya tadi. Tetapi anak yang memukul pun tak tahu harus berbuat apa, maka ia pun tetap berdiri di tempatnya. Anak yang dipukul terus berjalan dan berjalan, menjauhi pantai, tanpa menyadari bahwa di depannya ada sebuah lubang pasir untuk perangkap binatang yang cukup dalam. Ia terperosok ke dalam lubang tersebut dan spontan berteriak, “Aduh! Tolong! Tolong aku!”
Si anak yang memukul tadi pun menoleh dan melihat temannya terperosok ke dalam lubang. Ia segera berlari mendekati temannya dan mengulurkan tangannya ke arah anak itu. “Ayo pegang tanganku, nanti aku akan menarikmu!”, ujarnya.
Si anak yang dipukul tadi pun memegang tangan temannya, dan temannya menariknya hingga keluar dari lubang. Ia bernafas lega. Dan dengan mata yang (lagi-lagi) berkaca-kaca, ia berkata, “Terima kasih ya..”, dan sang teman pun tersenyum. Ia lalu memungut sebuah batu kecil yang tajam lalu berlari mencari karang di tepi pantai tersebut. Ia menggoreskan sesuatu.
“Hari ini temanku telah menolong aku…”
Si anak yang tadi memukul pun tersipu. Tetapi melihat kelakuan aneh temannya, ia lalu bertanya. “Kenapa tadi kamu menulis aku telah memukulmu di atas pasir, tapi sekarang kamu menulis aku telah menolongmu di batu karang?”
Temannya hanya tersenyum menatapnya, tapi kemudian menjawab.
“Karena aku ingin segera menghapus perasaan benciku terhadapmu sewaktu kamu memukulku, seperti tulisan di atas pasir itu yang akan segera hilang oleh debur ombak…
Dan supaya aku selalu ingat, bahwa aku punya sahabat yang sangat baik yang telah menolongku, karena tulisan di batu karang ini tidak akan hilang...”
Maka si anak yang tadi memukul pun merasa menyesal ia telah memukul sahabatnya. Ia merangkul sahabatnya dan meminta maaf seraya berkata,
“Terima kasih sahabatku…aku pasti beruntung sekali karena mempunyai seorang sahabat sepertimu...”
(untuk sahabat2ku, aku juga... ^^)
sumber: AndrieWongso's motivation book
Label:
persahabatan
04 Mei 2009
Iaz binguung
Haduh..
bener-bener bingung deh.
Harus ditambahin apa lagi ya ini blog? Buat tugas akhir TIK nih...
Hm..jam udah, kalender udah, counter udah.
Lagi cari tutorial bikin menu download nih..hehehe...
Ayo semangat2!
bener-bener bingung deh.
Harus ditambahin apa lagi ya ini blog? Buat tugas akhir TIK nih...
Hm..jam udah, kalender udah, counter udah.
Lagi cari tutorial bikin menu download nih..hehehe...
Ayo semangat2!
Label:
bingung
24 Maret 2008
Pesan untuk Teman Lamaku

PESAN UNTUK TEMANKU
(teman seperjuangan)
Temanku…
Tahukah kalian???
Adekku…
kini sudah jauh lebih berkembang, bahkan telah begitu pesat
nyaris saja meninggalkan sang kakak
Temanku…
Tahukah kalian???
Adekku…
kini sudah jauh lebih dewasa, bahkan tak ragu untuk unjuk diri
hingga tak sadar meninggalkan kakaknya
yang justru semakin meng-anak kecil
Temanku…
Tahukah kalian???
Tentang adikku
yang tak henti-hentinya mengeluh
jika tiap kali bertemu, seolah tak pernah tak mengusap peluh
yang tampaknya selalu dan selalu, berkata “Kak, jangan” jika disuruh
namun hati mereka akan selalu, senantiasa berpegang teguh
demi menjaga sesuatu, yang semoga tak akan jatuh
Temanku…
Tahukah kalian???
Aku terkadang merasa malu
kepada semua adik-adikku, yang terlihat begitu lugu
namun anehnya selalu mau, untuk diajak kakaknya maju
sehingga tidak seperti aku, yang selalu dan selalu ragu
Temanku…
Tahukah kalian???
Bingung aku dibuat mereka
tak tahu sikapku harus seperti apa
senangpun itulah aku seharusnya, sedihpun bisa aku dibuatnya
Temanku….
Sesungguhnya…
Sangat rajin aku menasihati, walau mungkin mereka tak mengerti
atau bisa saja seolah tak mengerti, atau bahkan benar-benar tak mengerti
tapi yang paling penting bagi diri ini
ialah mereka telah berjanji, tuk mencoba segera berhenti
dari apa yang tak kami sukai
Temanku…
Apakah menurut kalian???
Kata mereka ketika berjanji
usaha mereka untuk memenuhi, walaupun kadang tak memuaskan hati
haruskah itu dihargai???
Temanku…
Tahukah kalian???
Adikku ini semua
yang beraneka macam dan ragam sifatnya
mulai tak respek pada kakaknya
hingga sang kakak tak lagi bisa berkata, harus bagaimana membenahinya
tapi dengar, aku tak benci padanya, karena hatiku membela mereka
“hei Kakak….itulah cara mereka”
cara mengungkapkan segala rasa, di sanubari, di hati,
yang telah demikian lama mereka pendam
mereka timbun dalam-dalam
akhirnya tak sanggup untuk terus tenggelam
Temanku…
Tahukah kalian???
Adik-adikku yang tak pernah berhenti, untuk terus dan terus bermimpi
sambil jua tak lelah menanti, hingga tiba saatnya harus berganti
menjadi penerus dari kami
meski entah kapan akan terjadi
memegang tali kekuasaan di kanan kiri, dengan menahan keinginan diri
maju bersama tak sendiri, untuk menjadi lebih berarti
Temanku…
Aku ingin cerita…
Bahwa jika suatu saat nanti
ada orang asing berhenti, karena mereka membuat iri
juga mungkin membuat dengki, atau bahkan membuat geli
hingga membuat hati ini nyeri, tak kan pernah diri ini peduli
justru akan kusampaikan ini
yang kukatakan dengan sepenuh hati, dengan bangga yang tak terakhiri
pada mereka yang berhenti
“Hei semua, dengar! Mereka itu adikku!”
Temanku…
Aku ingin memberi pesan…
Jika pada suatu masa
kalian bertemu dan berjumpa, dengan salah satu antara mereka, ataulah kesemuanya
tapi tak tahulah kalian semua, siapakah gerangan itu mereka
dan padakulah kalian bertanya
kan kuberi jawaban bermakna
Temanku…
Itulah mereka
Itulah adikku, adik-adik KITA..
_Maret 2008_
[sajak tanpa akhir ini kutulis untuk teman-teman seperjuanganku….yang tak pernah peduli dengan adik-adikku, yang tampaknya acuh tak acuh pada adik-adikku….yang juga adik-adik mereka, padahal adik-adikku, yang juga adik mereka, senantiasa merindukan kakak-kakak mereka, selalu peduli dengan kakak-kakak mereka, tapi entah sang kakak memang benar-benar tidak tahu, pura-pura tidak tahu, atau bahkan tidak mau tahu.... semoga dengan semua ini, mereka menyadari keberadaan adik mereka, menyadari pentingnya keberadaan mereka untuk adik mereka, untuk turut serta menyayangi mereka, menemani hari berat mereka, dan untuk terus menyemangati mereka………….]
(teman seperjuangan)
Temanku…
Tahukah kalian???
Adekku…
kini sudah jauh lebih berkembang, bahkan telah begitu pesat
nyaris saja meninggalkan sang kakak
Temanku…
Tahukah kalian???
Adekku…
kini sudah jauh lebih dewasa, bahkan tak ragu untuk unjuk diri
hingga tak sadar meninggalkan kakaknya
yang justru semakin meng-anak kecil
Temanku…
Tahukah kalian???
Tentang adikku
yang tak henti-hentinya mengeluh
jika tiap kali bertemu, seolah tak pernah tak mengusap peluh
yang tampaknya selalu dan selalu, berkata “Kak, jangan” jika disuruh
namun hati mereka akan selalu, senantiasa berpegang teguh
demi menjaga sesuatu, yang semoga tak akan jatuh
Temanku…
Tahukah kalian???
Aku terkadang merasa malu
kepada semua adik-adikku, yang terlihat begitu lugu
namun anehnya selalu mau, untuk diajak kakaknya maju
sehingga tidak seperti aku, yang selalu dan selalu ragu
Temanku…
Tahukah kalian???
Bingung aku dibuat mereka
tak tahu sikapku harus seperti apa
senangpun itulah aku seharusnya, sedihpun bisa aku dibuatnya
Temanku….
Sesungguhnya…
Sangat rajin aku menasihati, walau mungkin mereka tak mengerti
atau bisa saja seolah tak mengerti, atau bahkan benar-benar tak mengerti
tapi yang paling penting bagi diri ini
ialah mereka telah berjanji, tuk mencoba segera berhenti
dari apa yang tak kami sukai
Temanku…
Apakah menurut kalian???
Kata mereka ketika berjanji
usaha mereka untuk memenuhi, walaupun kadang tak memuaskan hati
haruskah itu dihargai???
Temanku…
Tahukah kalian???
Adikku ini semua
yang beraneka macam dan ragam sifatnya
mulai tak respek pada kakaknya
hingga sang kakak tak lagi bisa berkata, harus bagaimana membenahinya
tapi dengar, aku tak benci padanya, karena hatiku membela mereka
“hei Kakak….itulah cara mereka”
cara mengungkapkan segala rasa, di sanubari, di hati,
yang telah demikian lama mereka pendam
mereka timbun dalam-dalam
akhirnya tak sanggup untuk terus tenggelam
Temanku…
Tahukah kalian???
Adik-adikku yang tak pernah berhenti, untuk terus dan terus bermimpi
sambil jua tak lelah menanti, hingga tiba saatnya harus berganti
menjadi penerus dari kami
meski entah kapan akan terjadi
memegang tali kekuasaan di kanan kiri, dengan menahan keinginan diri
maju bersama tak sendiri, untuk menjadi lebih berarti
Temanku…
Aku ingin cerita…
Bahwa jika suatu saat nanti
ada orang asing berhenti, karena mereka membuat iri
juga mungkin membuat dengki, atau bahkan membuat geli
hingga membuat hati ini nyeri, tak kan pernah diri ini peduli
justru akan kusampaikan ini
yang kukatakan dengan sepenuh hati, dengan bangga yang tak terakhiri
pada mereka yang berhenti
“Hei semua, dengar! Mereka itu adikku!”
Temanku…
Aku ingin memberi pesan…
Jika pada suatu masa
kalian bertemu dan berjumpa, dengan salah satu antara mereka, ataulah kesemuanya
tapi tak tahulah kalian semua, siapakah gerangan itu mereka
dan padakulah kalian bertanya
kan kuberi jawaban bermakna
Temanku…
Itulah mereka
Itulah adikku, adik-adik KITA..
_Maret 2008_
[sajak tanpa akhir ini kutulis untuk teman-teman seperjuanganku….yang tak pernah peduli dengan adik-adikku, yang tampaknya acuh tak acuh pada adik-adikku….yang juga adik-adik mereka, padahal adik-adikku, yang juga adik mereka, senantiasa merindukan kakak-kakak mereka, selalu peduli dengan kakak-kakak mereka, tapi entah sang kakak memang benar-benar tidak tahu, pura-pura tidak tahu, atau bahkan tidak mau tahu.... semoga dengan semua ini, mereka menyadari keberadaan adik mereka, menyadari pentingnya keberadaan mereka untuk adik mereka, untuk turut serta menyayangi mereka, menemani hari berat mereka, dan untuk terus menyemangati mereka………….]
Langganan:
Postingan (Atom)

-001.jpg)