Powered By Blogger

08 Mei 2009

Belajar dari Kupu-kupu

Suatu hari, saat lubang kecil muncul di sebuah kepompong, seorang manusia sedang memperhatikan bagaimana seekor bayi kupu-kupu berjuang berjam-jam untuk mengeluarkan badannya dari lubang tersebut.
Tetapi, proses tersebut berhenti tanpa kemajuan lebih lanjut. Tampaknya si bayi kupu-kupu itu sudah berusaha sekuat tenaga hingga ia tak bisa bergerak lebih jauh lagi.
Akhirnya manusia tersebut memutuskan untuk menolong kupu-kupu itu. Diambilnya sebuah gunting untuk membuka selubung kepompong itu.
Dan…akhirnya kupu-kupu tersebut bisa keluar dengan mudah. Tetapi lihatlah badan kupu-kupu itu. Ia lemah, kecil, bahkan sayapnya tampak mengkerut.
Si manusia terus mengamati kupu-kupu itu, dan berharap bahwa, suatu saat, sayap kupu-kupu itu akan terbuka, membesar dan berkembang dengan indah layaknya kupu-kupu yang beterbangan di taman.





Namun ternyata, tidak terjadi apa –apa!
Kupu-kupu tersebut hanya menghabiskan sisa waktu hidupnya dengan merangkak beserta tubuhnya yang lemah dan sayap yang mengkerut, dan tidak pernah bisa terbang.
Tenyata, manusia yang baik hati yang bermaksud menolong kupu-kupu ini tidak mengerti bahwa kepompong yang menjerat dan perjuangan yang dibutuhkan oleh bayi kupu-kupu untuk dapat lolos melewati lubang kecil, adalah cara ILLAHI untuk mendorong cairan tubuh dari kupu-kupu kesayapnya agar kuat, sehingga ia siap untuk terbang sewaktu waktu setelah bebas dari kepompongnya nanti.
Itulah contoh betapa indahnya sebuah proses dalam hidup ini, bahwa perjuangan itu mutlak dibutuhkan dalam menjalani hidup. Dalam kisah ini, kita diberitahu untuk menghargai betapa indahnya sebuah proses itu sebenarnya...
Jadi benarlah iklan kampanye yang sering muncul di stasiun-stasiun teve kita, bahwa
HIDUP adalah PERJUANGAN!

Hehehe...

Tidak ada komentar: